Dosen Fakultas Pertanian UNWIR peroleh dana riset dari bp2d Jawa Barat

[fp.unwir.ac.id, 7/3/2018). Dosen Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra menjadi salah satu penerima dana riset dari bp2d (badan penelitian dan pengembangan daerah) Jawa Barat pada tahun 2017. Penelitian ini diketuai oleh Dr.Asep Suherman, Ir.,M.P (dosen Agribisnis UNWIR) dengan beranggotakan 4 dosen lainnya diantaranya Dr, Ir., Iman Hernaman, M.Si (dosen Fakultas Peternakan UNPAD), Yudhi Mahmud, Ir.,M.P (dosen Agroteknologi UNWIR), Entus Hikmana, S.Pt.,M.P. dan Wiwik Ambarsari, S.P.,M.Si (dosen Agribisnis UNWIR).  Sebanyak 12 mahasiswa dilibatkan pula dalam  penelitian ini sekaligus dijadikan sebagai tugas akhir mereka.

Gambar: Tim riset Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unwir

Penelitian ini mengusung tema riset tentang “Peningkatan Produktivitas Ternak Sapi Melalui Formulasi Pakan Ternak Berbasis Jerami Padi Fermentasi Yang Mengandung Indigofera Sp  Pada Sistem Penggemukan Di Kabupaten Indramayu”.  Diungkapkan Dr.Asep Suherman, Indonesia memiliki angka kebutuhan daging sapi nasional yang semakin meningkat di tengah pasokan daging sapi dari dalam negeri yang kurang. Pada tahun 2016 kebutuhan akan daging sapi nasional mencapai 674.690 ton , dimana sebanyak 232.929 ton (35%) masih dipasok dari impor.

Gambar : Pemberian pakan ternak berbasis Jerami Padi Fermentasi yang mengandung Indigofera Sp  pada sapi di Desa Majasari, Sliyeg Indramayu

Untuk itu, sebagai upaya peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong dalam negeri dibutuhkan pakan yang berkualitas dan murah sepanjang tahun agar peternak sapi dapat memanfaatkannya dengan mudah. Jerami padi dan tanaman Indigofera sp. merupakan salah satu bahan pakan ternak yang mudah dimanfaatkan dan ketersediannya di alam melimpah. Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung padi Nasional memiliki luas areal tanam yang mencapai 117.792 ha dengan produktivitas tanaman padi 7,01 ton/ha menjadikan jerami padi sangat melimpah serta menjadi salah satu lokasi pengembangan Indigofera sp. Bahan pakan yang melimpah tersebut, berpotensi untuk dimanfaatkan lebih lanjut.

Gambar : Bahan baku pakan ternak jerami padi dan Indigofera sp.

Secara teknis penggunaan jerami padi yang difermentasi dengan menggunakan urea atau dedak padi sebagai sumber pakan mikroba dan pemanfaatan Indigofera sp dalam ransum ternak sapi dapat meningkatkan performa sapi potong. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan dapat memenuhi angka kebutuhan daging sapi sebesar 35% yang masih dipasok dari luar negeri.

Tingkatkan Ekonomi Peternak Sapi

Selain untuk meningkatkan populasi dan produktivitas daging sapi, Tim riset mengembangkan penelitiannya tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi. Untuk itu, dalam mengembangkan penelitian tersebut, tim riset bekerjasama dengan Kelompok Peternak Tunggal Rasa Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Secara ekonomi formula ransum jerami padi fermentasi yang mengandung Indigofera sp menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Penerapan inovasi ini berdampak pula dari aspek sosial berupa pengetahuan peternak sapi akan formula ransum dan mau menggunakannya. Serta adanya perubahan pola ngarit menjadi manajemen pakan.

Gambar: Tim Riset Faperta UNWIR bersama kelompok peternak Tunggal Rasa Desa Majasari Kec. Sliyeg,  Kab. Indramayu

Atas capaian tersebut, tim riset Fakultas Pertanian UNWIR dan Fakultas Peternakan UNPAD mendapatkan penghargaan sebagai penelitian terbaik bp2d Jawa Barat. Hal ini juga menjadi sorotan dari dinas terkait dan pemerintah setempat, seperti adanya kunjungan Menteri Pertanian Ir. Amran Sulaeman, M.P. beserta Gubernur Provinsi Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan., Lc.  dan Bupati Kabupaten Indramayu Ibu Anna Sophannah, SH.

Gambar: Penyerahan penghargaan riset terbaik bp2d Jawa Barat kepada tim riset Fakultas Pertanian UNWIR

Gambar : Kunjungan Menteri Pertanian Ir. Amran Sulaeman, M.P. beserta Gubernur Provinsi Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan., Lc.  dan Bupati Kabupaten Indramayu Ibu Anna Sophannah, SH di Desa Majasari, Sliyeg Indramayu

Sebagai tindak lanjut dari riset tersebut, diharapkan adanya pendampingan dalam pemanfaatan jerami padi fermentasi sebagai pakan ternak yang murah dan berkualitas serta pengembangan tanaman Indigofera dalam bentuk segar, tepung maupun granular. Dalam jangka panjang, diharapkan pengembangan agroindustri pakan ternak dan pengelolaan sapi kolektif menuju Perusahaan Pertanian (Corforate Farming) terwujud agar bisa menekan biaya produksi. Sehingga program pengintesifan Sistem Integrasi Tanaman-Ternak menuju Model Pertanian Tanpa Limbah (Zero Waste Agriculture Model) dapat terwujud.