Semakin banyaknya perumahan, sektor industri, dan jasa menyebabkan lahan pertanian semakin sempit dan terbatas, sehingga usaha pertanian konvensional semakin tidak kompetitif dengan semakin tingginya harga lahan. Padahal pertanian merupakan sektor yang penting untuk masyarakat Indonesia. Lahan- lahan yang sempit yang dimiliki oleh masyarakat pada umumnya tidak dipakai untuk usaha pertanian. Dalam mengembangkan usaha pertanian, saat ini terdapat teknologi untuk memanfaatkan lahan sempit sebagai usaha untuk mengembangkan hasil pertanian, yaitu dengan cara hidroponik.

Aplikasi dari mata kuliah urban farming yang diberikan di semester V , mahasiswa Fakultas Pertanian mencoba merancang model urban farming yang tepat di lingkungan kampus. Hidroponik, Aquaponik dan Kawasan Rumah Pangan Lestari dipilih untuk mengaplikasikan di lapangan. Hidroponik adalah usaha pertanian tanpa menggunakan media tanah, teknologi hidroponik ini menggunakan air sebagai medium untuk menggantikan tanah. Sehingga usaha hidroponik dapat memanfaatkan lahan yang sempit.

Aquaponik memanfaatkan air kolam sebagai sistem irigasi yang didalamnya dikembangbiakan ikan lele. Hampir sama dengan sistem hidroponik, aquaponik memadukan jenis tanaman dan ikan yang saling bersimbiosis, sehingga diharapkan akan mendapatkan keuntungan dua kali dari tanaman dan ikan.

Model Hidroponik & Model Aquaponik

Untuk pemanfaatan pekarangan, model kawasan rumah pangan lestari diinisiasi dengan adanya rumah bibit. Tanaman hortikultura mendominasi jenis tanaman yang diatanam karena merupakan bahan dasar untuk mengolah makanan di tingkat rumah tangga, seperti buah-buahan (buah naga) dan sayuran (sawi, cabe, terong, tomat,).

Rumah bibit Fakultas Pertanian Unwir

Diharapkan kedepan, mahasiswa dapat mempraktekannya di lingkungan sendiri dan masyarakat umum. Karena dari segi keuntungan dan manfaat yang dapat diperoleh. diantaranya : keberhasilan tanaman yang untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin, perawatan lebih praktis dan ganguan hama lebih terkontrol, pemakaian pupuk lebih hemat, tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru, dan lain sebagainya.