Kolaborasi Riset Dosen Agribisnis dan Agroteknologi berhasil lolos program Penelitian Dosen Pemula (PDP) Dikti

Program Penelitian Dosen Pemula (PDP) adalah kegiatan penelitian dalam rangka membina dan mengarahkan para peneliti pemula untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan penelitian di Perguruan Tinggi. Penelitian ini meliputi semua rumpun ilmu, yang diperuntukkan bagi dosen dengan pendidikan maksimum S-2 dan jabatan fungsional asisten ahli. PDP ini merupakan salah satu hibah kemenristek dikti.

Pada periode tahun 2016/2017 dosen dari Fakultas Pertanian, mencoba untuk mengikuti PDP dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan penelitian, yang di ketuai oleh Ibu Wiwik Ambarsari, S.P.,M.Si (dosen Agribisnis) dengan anggotanya Henly Yulina, S.P., M.P (dosen Agroteknologi)  dengan judul penelitian : Pengaruh Kompos Sampah Kota dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Sifat Fisika dan Kimia Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman serta Analisa Keuntungan Usaha Tani Pakcoy (Brassica rapa L. Chinensis) pada Aluvial di Kabupaten Indramayu.

Pemilihan judul tersebut sebagai bahan penelitian karena permasalahan sampah kota semakin meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat. “Pengelolaan sampah kota menjadi kompos diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi/ mengendalikan sampah kota tersebut. Kompos sampah kota juga mempunyai peranan yang penting untuk meningkatkan kandungan unsur hara dalam tanah, seperti untuk endapan tanah sungai (aluvial)” ujar Wiwik Ambarsari S.P.,M.Si. Indramayu merupakan dataran rendah yang memiliki bentangan aluvial yang luas, sehingga berpotensi dalam pemanfaatan produksi pertanian. Pemanfaatan potensi pupuk kandang sapi pun belum terkelola dengan baik di Indramayu. Apabila tidak dikelola dengan baik maka dapat berdampak pada pencemaran lingkungan khususnya sungai.

Menurut penuturan Henly Yulina, S.P.,M.P selaku dosen bidang ilmu tanah Agroteknologi, perpaduan kombinasi pupuk organik antara kompos sampah kota dan pupuk kandang sapi dapat dijadikan alternatif dalam perbaikan unsur hara tanah. Respon tanaman pakcoy menjadi indikator akan efektivitas pemberian kombinasi pupuk organik tersebut, karena pakcoy merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan dari Kabupaten Indramayu.

“Diharapkan penelitian ini bukan hanya bermanfaat bagi kami sebagai peneliti tetapi juga bagi masyarakat Indramayu. Terutama meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan kembali sampah kota menjadi pupuk kompos dan kotoran sapi menjadi pupuk kandang yang dapat memberikan nilai tambah. Baik dalam hal melestarikan lingkungan, meningkatkan kesuburan tanah, ataupun memberikan penghasilan tambahan dari penjualan pupuk kompos ataupun pupuk kandang oleh masyarakat Indramayu” tambah Henly Yulina.