Mahasiswa Faperta Unwir Peduli Bencana Banjir dan Longsor di Kuningan

Intensitas hujan yang tinggi dan terus menerus mengguyur Kabupaten Kuningan, mengakibatkan bencana banjir dan longsor di beberapa kecamatan di Kuningan. Kecamatan Ciniru merupakan salah satu yang terkena dampak bencana dimana terdapat 8 desa yang rusak parah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat 8 desa di Kecamatan Ciniru yang terdampak bencana dengan jumlah pengungsi mencapai 1394 jiwa. Sekilas, para pengunsi tidak mungkin lagi kembali ke rumah mereka karena daerah mereka termasuk daerah rawan pergeseran / keretakan tanah. Nama desa-desa tersebut adalah Desa Pinara, Desa Pamupukan, Desa Longkewang, Desa Cijemit, Desa Cipedes, Desa Mungkal Datar, Desa Gunung Manik, dan Desa Rambatan. Jarak titik lokasi bencana dari kantor kecamatan Ciniru ± 10 Km, belum bisa dilintasi oleh kendaraan roda 2 sehingga apabila ingin di lokasi bencana harus berjalan kaki.

Gambar: Dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Kuningan
Sumber gambar:rmoljabar.com

Hal tersebut mendorong Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra untuk berbagi dan membantu korban bencana longsor banjir di Ciniru Kuningan. Pada hari Minggu, 11 Maret 2018 delegasi Faperta Unwir yang diwakili oleh Ketua Senat Faperta Unwir Rawiyanto, Wakil Ketua Senat Cecep Indrawan, Ketua Hima Agribisnis Ramdhan Yudha, Ketua Hima Agroteknologi Ridwan Setiawan, dan Febri (Perwakilan Anggota Himagri) berangkat menuju Ciniru, Kuningan untuk menyalurkan bantuan untuk korban bencana longsor dan banjir.

Foto: tim delegasi Faperta Unwir menyerahkan bantuan di posko bencana alam Kecamatan Ciniru

“Penyaluran bantuan tersebut merupakan amanah dari seluruh civitas akademika fakultas pertanian baik dari mahasiswa, dosen dan staff sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah. Semoga dengan adanya bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan mereka dan kedepan agar bias dilakukan pencegahan bencana sehingga tidak akan terjadi lagi bancana banjir dan longsor di Kuningan” imbuh Rawiyanto